Selamat datang di website Desa Bone Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur, Anda dapat mengakses segala informasi tentang desa bone.

Sejarah Desa Bone

Sejarah

Desa Bone merupakan salah satu daerah yang berada di wilayah Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang. Menurut tuturan para toko adat bahwa nama Bone berasal dari bahasa Dawan yang terdiri dari Kata “Bonet” atau “hering” yang artinya sekelompok orang yang bersenang – senang pada suatu tempat di mata air Oelbonet. Pada saat itu, di mata air Oelbone dikuasai oleh suatu suku yaitu suku Helong dsn suku Amarasi. 

Pada tahun1620 terjadi pertikaian  antara suku Helong dan suku Amarasi. Akibat dari pertikaian  tersebut maka datanglah suku Timor (Dawan) yang berasal dari suatu suku Amfoang, Amanuban Selatan, Mollo Dan Niki – Niki dalam rangka pendamaian kedua suku yang bertikai dan pengamanan kedua suku yang bertikai. Hal ini di buktikan dengan nama tempat Kotnekofan( Benteng Pertahanan) dan Kotnebese ( Belakanehe)

Setelah itu para suku pendatang menetap diwilayah tersebut dan mereka mengadakan acara Bonet pada malam hari sebagai ungkapan rasa senang atas tempat yang mereka tempati. Usai acara Bonet, maka pada pagi harinya mengadakan Bonet dimana terdapat sumber air yang dimanfaatkan sebagai sumber air minum dan olehnya mereka memutuskan untuk menetap di tempat tersebut dengan menamai tempat tersebut Bonet Oebonet yang artinya Air Kesenangan.  Setelah itu, sekitar tahun 1918 disekitar sumber air itu mereka mendapat wabah peyakit (Kolera) dan melihat kondisi tidak menguntungkan maka mereka meninggalkan tempat itu dan bermukim pada suatu tempat yang tidak jauh dari Oebonet (Pasneno, Timon, Nisalopoteta, Oteba, Kuahelo, Banbiu dan Oebali).

Kemudian penduduk ini memiliki pemerintahan yang berbentuk Temukung yang di kepalai oleh seorang Temukung yang bernama Nila Nenolasa, yang kefetorannya adalah Kaentoi atau Nesinaijuf di Sonaf Atimon yang kini menjadi Desa Bone. 

Setelah kepemimpinan Temukung Nila Nenolasa, maka di lanjutkan oleh seorang “Koltefu” dengan 3 wilayah kekuasaan yang sekarang adalah Dusun I, II, dan III Desa Bone.

Setelah Koltefu wafat di gantikan oleh Nahum Nesi yang di kenal sebagai Temukung Bone I (Pasneno, Timon, Kuahelo, dan Banbiu) dan oleh Saul Jabi sebagai Temukung Bone II (Oteba dan Fetonai) pada tahun 1947 – 1966. Dalam perkembangan pemerintahan tersebut, maka berdasarkan UU No. 19 Tahun 1965 Tentang Desa Praja dan Lembaran Negara Tahun 1965 No. 64,  Maka temukung dig anti berdasarkan sistem pemerintahan Negara Republik Indonesia. Dimana pergantian tersebut Temukung diganti seragamkan dan didukung oleh ketentuan adat yang berlaku pada masyarakat setempat guna memperkuat system pemerintahan desa dalam penyelengaraan administrasi desa yang lebih luas, efektif dan efisien. 

Bertolak dari uraian di atas, maka pada tahun 1966 Temukung I dan II di lebur menjadi Pemerintahan Desa Bone yang di pimpin oleh Bapak Lazarus Meni ( 1966 – 1977) kemudian diganti oleh Bapak Arnoldus Amtaran ( 1977 – 1983) dan Tahun 1983 – 1993 di pimpin oleh Bapak Elisa Tael. Selanjutnya untuk periode 1993 – 2002 di pimpin oleh Bapak Agustinus Hoinbala tahun 2002 – 2013 di pimpin oleh Bapak Arkilaus Nenosaban selanjutnya Bapak Arkilaus menjabat sebagai Penjabata Kepala Desa Bone  selama 12 Bulan dan selanjutnya pada Tahun 2015 Bapak Abraham Manil di angkat sebagai Penjabat Kepala Desa Bone selama 12 Bulan. Selanjutnya pada tahun 2016 Bapak Jerison F. Ndun di angkat sebagai Penjabat Kepala Desa Bone. Dan selanjutnya pada Tanggal 1 Januari 2017 – 2022 Bapak Mesak Bana di angkat sebagai kepala Desa Bone. Dan selanjutnya Pada Tanggal 01 Januari 2023 – 2028 Bapak Yoksan Laiputa, S.Th di angkat sebagai Kepala Desa Bone

Selanjutnya pertumbuhan penduduk Desa Bone meningkat dari tahun ke tahun dengan wilayah cukup luas dan sesuai dengan SK Gubernur Kepala Daerah Tingkat I NTT No. 20 Tahun 1997 dan Tanggal 20 Agustus 1997 tentang pemekaran Desa maka Desa Bone di mekarkan lagi menjadi sebuah desa dengan wilayah pemerintahan baru yang di berinama Desa Bone.

Untuk memperlancar dan memudahkan pengawaasan terhadap jalannya roda pemerintahan desa , maka desa Bone di bagi menjadi 4 Dusun yaitu: 

  1. Dusun Pasneno, sebagai dusun I
  2. Dusun Kuahelo sebagai Dusun II
  3. Dusun Banbiu sebagai Dusun III
  4. Dusun Oebali Sebagai Dusun IV