Selamat datang di website Desa Bone Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur, Anda dapat mengakses segala informasi tentang desa bone.

Ekonomi

Keadaan Ekonomi

Mata pencarian Masyarakat Desa Bone sebagian besar adalah petani.  Dan tingkat pendidikan masyarakat juga cukup rendah. Selain itu kondisi jalan Desa yang kurang baik, membuat Desa  Bone tidak dapat melakukan aktivitas dengan baik. Padahal hasil pertanian dan peternakan masyarakat Desa Bone sangat baik. Di samping itu masyarakat kekurangan air bersih, padahal air merupakan salah satu kebutuhan vital bagi manusia sehingga masyarakat sangat mendambakan beberapa kegiatan yang mendukung keinginan masyarakat untuk memperoleh air bersih seperti perpipaan dan sumur. Sumber air yang tersedia sangat jauh dari jangkauan masyarakat, untuk mencapai sumber air.  Semantara untuk menggali sumur, masyarakat harus mengggali sedalam 10 - 20 meter, dengan tekstur tanah yang berbatu dan keras. Sehingga membutuhkan dana yang sangat besar. Kondisi inilah yang menyulitkan masyarakat untuk hidup dengan tingkat kesehatan yang baik.Sulit untuk memperbaiki hidup. 

Hal lain yang tidak kalah penting adalah masalah Pendidikan. Di Desa Bone hanya ada SD. Sedangkan untuk menuntut ilmu di SMP dan SMA, siswa dituntut harus menempuh jarak yang sejauh (2 km) untuk dapat sampai ke Sarana pendidikan yang tersedia. Selain itu semua keinginan masyarakat Desa Bone juga tidak bisa terpenuhi karna perekonomian masyarakat sangatlah rendah, sehingga ada siswa yang tidak dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Melihat kondisi SDM yang rendah, masyarakat yang sebagian besar petani ini, tidak dapat melaksanakan usaha pertanian dengan baik. Akibatnya Lahan Pertanian seluas ± 20 Ha sering mengalami gagal panen, karena irigasi yang baik perlu dibangun dan tempat menampung air atau bendungan sangat di butuhkan untuk perbaikan perekonomian masyarakat.        

Kondisi Pemerintahan Desa

B.1. Pembagian Wilayah Desa

Desa Bone terdiri dari 5 (lima) wilayah dusun,  dengan pembagian sebagai berikut :

Dusun I 

Luas 667 Ha  dengan jumlah penduduk : 323  jiwa

Laki-laki          :   153 jiwa

Perempuan    : 177 jiwa

84 KK

Batas Wilayah Dusun I :

Sebelah Barat berbatasan dengan Dusun III

Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Usapi Sonbai

Sebelah Utara berbatasan dengan Dusun II

Sebelah selatan berbatasan dengan Pantai Selatan

Dusun II

Luas 400Ha dengan jumlah penduduk: 302 Jiwa

Laki-laki          : 142 jiwa

Perempuan     : 160 jiwa

79 KK

Batas Wilayah Dusun II :

Sebelah Barat berbatasan dengan Dusun III

Sebelah Timur berbatasan dengan Dusun Desa Usapi Sonbai

Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Taloetan

Sebelah selatan berbatasan dengan Dusun I

Dusun III

Luas 490 Ha dengan jumlah penduduk: 257 Jiwa

Laki-laki          : 136 jiwa

Perempuan    :  121 jiwa

   64 KK

Batas Wilayah Dusun III :

Sebelah Barat berbatasan dengan Dusun IV

Sebelah Timur berbatasan dengan Dusun I dan Dusun II

Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Taloetan

Sebelah selatan berbatasan dengan Pantai selatan

Dusun IV

Kondisi Desa

Luas 668 Ha dengan jumlah penduduk: 340  Jiwa

Laki-laki           : 171  jiwa

Perempuan     : 169 jiwa

  87 KK

Batas Wilayah Dusun IV :

Sebelah Barat berbatasan dengan Dusun V  dan Desa Sumlili

Sebelah Timur berbatasan dengan Dusun III

Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Taloetan

Sebelah selatan berbatasan dengan Pantai Selatan

Secara Administratif Desa Bone  termasuk dalam Wilayah Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur dan terletak dibagian barat, merupakan salah satu desa yang memiliki dataran rendah di dukung oleh Topografi Desa. Desa Bone dilihat secara umum keadaannya merupakan daerah dataran rendah dengan ketinggian antara 15 kaki dari permukaan air laut dan kondisi alam yang terdiri dari lembah dan perbukitan dengan curah hujan rata-rata 1.164 Mm/tahun dan jumlah bulan hujan 4 bulan, suhu harian rata-rata 24 - 300C.

Topografi Desa Bone  berbukit-bukit dengan dataran tersebar secara sporadis pada gugusan yang sempit diapit dataran tinggi atau perbukitan. Lahan dengan kemiringan 15-30 persen mencapai luasan 38,07% dan lahan dengan kemiringan lebih dari 30% mencapai 35,46%. Kondisi geomorfologis yang demikian menyebabkan pertanian pada dataran sangat terbatas pada pertanian lahan kering dan lahan basah. Pertanian lahan kering dan lahan basah banyak dilakukan pada daerah-daerah dengan kemiringan sedangh.